Selesai Kuliah
mau kemana?
Setelah sarjana mau ngapain?
Sudah semester berapa? Sudah punya rencana setelah wisuda?
Jreng.. jreng.. jreng..
Siapapun kamu,
di mana pun kamu berada, mahasiswa baru, mahasiswa pertengahan, maupun mahasiswa akhir yang lagi nyusun
skripsi, fakultas apapun, perguruan tinggi manapun,
barangkali akan menerima salah satu pertanyaan seperti diatas, atau justru
sudah pernah ditanya?
Kyaa! Bagi sebagian mahasiswa yang sudah mantap lahir dan batin pasti pertanyaan di atas ngga akan jadi masalah besar. Tapi bagaimana nasib para muda-mudi unyu-unyu seperti saya? Yang belum siap lahir dan batin? Yang niatnya masih terombang-ambing di atas samudra hindia? Atau malah yang sama sekali ngga punya niat? Ini masalah besar vroh! Pertanyaan diatas mau dijawab pake apa? Jangankan mau menjawab. Baru dengar pertanyaannya saja, rasanya dunia runtuh seketika. *disitu kadang saya merasa sedih -_-
Fresh graduation. Bahasa bekennya
mahasiswa yang baru selesai diwisuda. Baru dapat gelar. dan katanya masa di mana
manusia akan benar-benar menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Dunia kerja.
Dunia yang—katanya lagi—keras brother! Kerasnya ngalahin batu gunung bahkan
batu cincin yang sedang jadi tranding
topic di mana-mana. Dan gotcha! Ketika tiba waktunya kita
menyandang gelar
fresh graduation. Apa yang akan kita lakukan wahai saudara-saudara
senasib dan sepenanggungan?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut yang datang dari teman masa
Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi? Datang dari sanak saudara?
Tetangga sekampung?
Bahkan dari para ibu-ibu yang suka
ngerumpi di bawah pohon jambu, rambutan, pisang, dan tukang sayur? Tenangkan
jiwa dan hatimu kawan. Hadapi dengan senyuman. Badai pasti berlalu. ^_^
Kembali ke
topik awal. Tujuan catatan ini dibuat. Ketika pertanyaan tersebut ditujukan
pada saya. Dengan lapang dada. Saya akan menjawab dengan gaya diplomatis
ala-ala pejabat tinggi pertanyaan-pertanyaan yang bikin hati saya serasa
ketiban gunung salak. *abaikanplis:3* Yang ada di dalam pikiran saya saat
ini, Sesuai dengan apa yang saya jalani saat ini. Setelah wisuda dan resmi
mendapat gelar sebagai Sarjana Pendidikan di bidang Fisika, yang akan saya
lakukan jelas mencari pekerjaan. Menjadi seorang guru. Menjadi seorang pengajar
sekaligus pendidik bagi para calon
pelurus bangsa.” (catatan: saya membenci kata “penerus bangsa”. Sebab menjadi
penerus berarti meneruskan bangsa yang jelas sudah bengkok kesana-kemari.) back to the topic, meski kita sadar bahwa
persaingan di dunia kerja benar-benar keras, ngga ada salahnya mencoba kan?
–lagu lama-- tapi jika sudah kesana-kemari
mencari alamat, namun yang kutemui bukan dirinya. Ooo~ alamat palsu~ *abaikanpliss;;)*
mungkin saya akan melanjutkan pendidikan kejenjang S2. Ini masih dalam bentuk
kemungkinan pertama. kemungkinan kedua adalah akan melanjutkan di bidang yang
sama atau justru di bidang lain. dan kemungkinan yang ketiga, itu pun jika orang tua saya memberikan izin
serta memiliki biaya. Dan dari semua kemungkinan yang ada, saya tetap berharap
pada pilihan awal, menjadi pengajar serta pendidik. Di manapun. Tidak harus di
sekolah formal, non-formal pun tak jadi masalah. Seperti menjadi guru les di lembaga
yang sudah ada.
Pada dasarnya saya punya mimpi yang tidak bertele-tele. Saya hanya ingin melakukan segala sesuatu yang saya suka sekaligus dapat membuat orang tua saya bangga, itu saja. Sebab sejak awal, tujuan saya adalah membuat mereka bahagia.
Pada dasarnya saya punya mimpi yang tidak bertele-tele. Saya hanya ingin melakukan segala sesuatu yang saya suka sekaligus dapat membuat orang tua saya bangga, itu saja. Sebab sejak awal, tujuan saya adalah membuat mereka bahagia.
Dan akhirnya,
semua saya kembalikan pada Yang Maha Pencipta. Apa daya dari seorang hamba yang
hanya bisa berencana. Apapun yang akan terjadi nanti. Segala sesuatu sesuai
kehendak-Nya.
Peluk Cium,
Nurul Eka Pratiwi. Penulis. Pemimpi. Pecinta Kopi, Kerupuk, Bintang dan Hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar