Selasa, 16 Juni 2015

Setelah wisuda, mau ngapain? (Dilema para fresh graduate)

Selesai Kuliah mau kemana?

Setelah sarjana mau ngapain?

Sudah semester berapa? Sudah punya rencana setelah wisuda?

Jreng.. jreng.. jreng..
Siapapun kamu, di mana pun kamu berada, mahasiswa baru, mahasiswa pertengahan, maupun mahasiswa akhir yang lagi nyusun skripsi, fakultas apapun, perguruan tinggi manapun, barangkali akan menerima salah satu pertanyaan seperti diatas, atau justru sudah pernah ditanya?

Kyaa! Bagi sebagian mahasiswa yang sudah mantap lahir dan batin pasti pertanyaan di atas ngga akan jadi masalah besar. Tapi bagaimana nasib para muda-mudi unyu-unyu seperti saya? Yang belum siap lahir dan batin? Yang niatnya masih terombang-ambing di atas samudra hindia? Atau malah yang sama sekali ngga punya niat? Ini masalah besar vroh! Pertanyaan diatas mau dijawab pake apa?  Jangankan mau menjawab. Baru dengar pertanyaannya saja, rasanya dunia runtuh seketika. *disitu kadang saya merasa sedih -_-
Fresh graduation. Bahasa bekennya mahasiswa yang baru selesai diwisuda. Baru dapat gelar. dan katanya masa di mana manusia akan benar-benar menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Dunia kerja. Dunia yang—katanya lagi—keras brother! Kerasnya ngalahin batu gunung bahkan batu cincin yang sedang jadi tranding topic di mana-mana. Dan gotcha! Ketika tiba waktunya kita menyandang gelar fresh graduation. Apa yang akan kita lakukan wahai saudara-saudara senasib dan sepenanggungan? Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut yang datang dari teman masa Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi? Datang dari sanak saudara? Tetangga sekampung? Bahkan  dari para ibu-ibu yang suka ngerumpi di bawah pohon jambu, rambutan, pisang, dan tukang sayur? Tenangkan jiwa dan hatimu kawan. Hadapi dengan senyuman. Badai pasti berlalu. ^_^
Kembali ke topik awal. Tujuan catatan ini dibuat. Ketika pertanyaan tersebut ditujukan pada saya. Dengan lapang dada. Saya akan menjawab dengan gaya diplomatis ala-ala pejabat tinggi pertanyaan-pertanyaan yang bikin hati saya serasa ketiban gunung salak. *abaikanplis:3* Yang ada di dalam pikiran saya saat ini, Sesuai dengan apa yang saya jalani saat ini. Setelah wisuda dan resmi mendapat gelar sebagai Sarjana Pendidikan di bidang Fisika, yang akan saya lakukan jelas mencari pekerjaan. Menjadi seorang guru. Menjadi seorang pengajar sekaligus pendidik  bagi para calon pelurus bangsa.” (catatan: saya membenci kata “penerus bangsa”. Sebab menjadi penerus berarti meneruskan bangsa yang jelas sudah bengkok kesana-kemari.)  back to the topic, meski kita sadar bahwa persaingan di dunia kerja benar-benar keras, ngga ada salahnya mencoba kan? –lagu lama-- tapi jika sudah kesana-kemari mencari alamat, namun yang kutemui bukan dirinya. Ooo~ alamat palsu~ *abaikanpliss;;)* mungkin saya akan melanjutkan pendidikan kejenjang S2. Ini masih dalam bentuk kemungkinan pertama. kemungkinan kedua adalah akan melanjutkan di bidang yang sama atau justru di bidang lain. dan kemungkinan yang ketiga,  itu pun jika orang tua saya memberikan izin serta memiliki biaya. Dan dari semua kemungkinan yang ada, saya tetap berharap pada pilihan awal, menjadi pengajar serta pendidik. Di manapun. Tidak harus di sekolah formal, non-formal pun tak  jadi masalah. Seperti menjadi guru les di lembaga yang sudah ada.
 
Pada dasarnya saya punya mimpi yang tidak bertele-tele. Saya hanya ingin melakukan segala sesuatu yang saya suka sekaligus dapat membuat orang  tua saya bangga, itu saja. Sebab sejak awal, tujuan saya adalah membuat mereka bahagia.
Dan akhirnya, semua saya kembalikan pada Yang Maha Pencipta. Apa daya dari seorang hamba yang hanya bisa berencana. Apapun yang akan terjadi nanti. Segala sesuatu sesuai kehendak-Nya.
Peluk Cium, Nurul Eka Pratiwi. Penulis. Pemimpi. Pecinta Kopi,  Kerupuk, Bintang dan Hujan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar